Wednesday, February 23, 2011

Peristiwa Unik Menghasilkan Gambar Yang Unik

unik dan anehDalam moment olah raga sering terjadi peristiwa unik atau peristiwa aneh, yang mungkin jika diputar kembali maka yang terlibat dalam peristiwa unik ini juga akan heran akan bagaimana hal itu bisa terjadi. Yang jelas bahwa sebuah adegan yang tidak direkayasa akan sangat asli dan merupakan gambar unik untuk dilihat kembali. Peristiwa berikut ini benar-benar terjadi dan bukan rekayasa belaka yang diambil dari pertandingan dalam olah raga.

gambar aneh 1
gambar aneh 2
gambar aneh 3
gambar aneh 4
gambar unik
gambar unik 2
gambar unik 3
gambar unik 4
peristiwa aneh
very_funny_01

Cewek-cewek Asia Berkaki Indah dan Seksi [Rada BB+17 Pict]

Foto - foto Cewek Asia Berkaki Indah dan Seksi 
Foto - foto Cewek Asia Berkaki Indah dan Seksi


Foto - foto Cewek Asia Berkaki Indah dan Seksi 2

Foto - foto Cewek Asia Berkaki Indah dan Seksi 3

Foto - foto Cewek Asia Berkaki Indah dan Seksi 4

Foto - foto Cewek Asia Berkaki Indah dan Seksi 5

Foto - foto Cewek Asia Berkaki Indah dan Seksi 6

v
Foto - foto Cewek Asia Berkaki Indah dan Seksi 7

Foto - foto Cewek Asia Berkaki Indah dan Seksi 8

Foto - foto Cewek Asia Berkaki Indah dan Seksi 9

Foto - foto Cewek Asia Berkaki Indah dan Seksi 10

Foto - foto Cewek Asia Berkaki Indah dan Seksi 11

Foto - foto Cewek Asia Berkaki Indah dan Seksi 12

Foto - foto Cewek Asia Berkaki Indah dan Seksi 13

Gua-gua Terindah Didunia

Situs PSSI Tumbang Diserang Hacker?

Kecam-Nurdin
Kecewa terhadap kinerja Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) selama ini, sejumlah hacker diduga melakukan penyerangan hingga situs resmi PSSI tidak bisa diakses.

Demikian informasi yang diterima detikINET, Selasa (22/2/2011). Ketika disambangi pada sekitar pukul 18:00 WIB, situs yang beralamat di pssi-football.com memang tidak bisa dibuka dan hanya menampilkan pesan sebagai berikut:

Internal Server Error


The server encountered an internal error or misconfiguration and was unable to complete your request.


Please contact the server administrator, webmaster@pssi-football.com and inform them of the time the error occurred, and anything you might have done that may have caused the error.


More information about this error may be available in the server error log.


Additionally, a 404 Not Found error was encountered while trying to use an ErrorDocument to handle the request.


detikinet

Tikus Jereng Jadi Selebriti di Piala Oscar

She did it! Heidi, tikus juling dari Jerman, makin populer. Bahkan, ia bakal ‘disandingkan’ dengan bintang-bintang Hollywood di ajang Piala Oscar. 
 12984185201513000217 
Heidi adalah ‘tambang emas’ baru pers Jerman. Ia mulai dikenal di penghujung liburan Natal 2010 silam. Boleh jadi, Heidi cuma salah satu contoh dari ratusan media hype belakangan ini. Yang pasti, Heidi goes Hollywood! Fotonya pertama kali beredar di internet awal Desember tahun lalu – seekor tikus gemuk, jereng, sedang mengendus-endus, dan kelihatan tak berdaya. Pendek kata, lucu dan menggemaskan. Heidi mengikuti jejak sukses pendahulunya, beruang kutub Knut dan gurita Paul.
Apakah tikus itu betul-betul cuddly? Tidak ada yang tahu pasti. Heidi bukan beruang Knut yang dapat disaksikan live dan sempat menjadi ‘simbol nasional’ Jerman. Heidi baru bisa dilihat langsung mulai pertengahan 2011 nanti. Sejauh ini, fans Heidi boleh puas dengan foto dan cuplikan film di internet. Leipzig, salah satu kota di bekas negara Jerman Timur, ingin pula kecipratan rezeki dan memproduksi boneka Heidi. Tikus gendut yang namanya meminjam supermodel Heidi Klum ini, punya ratusan ribu ‘teman’ di Facebook.
Lalu, bagaimana kabar Heidi sekarang? Tikus berkepala putih atau oposum bernama Latin Didelphis virginiana ini, diharuskan diet. Menurut pawangnya, kemungkinan Heidi juling karena kelebihan lemak di kelopak matanya. Ah, penggemar Heidi tak ambil pusing. Sekalipun ada yang merasa kasihan, media circus terus berjalan.
Sumber dan ilustrasi: Harian de Volkskrant “Schele Heidi is op weg naar wereldwijde sterrenstatus” (02-02-2011)

Bayi Empat Bulan cuma 2,8 Kg

KOMPAS/ARYO WISANGGENI G Ilustrasi: Bayi berumur setahun sebelas bulan, Dea Adelia (tengah), meninggal di Makassar pada Sabtu (1/11) karena kekurangan gizi. Dea sempat dirawat di Rumah Sakit Labuang Baji Makassar, namun tidak tertolong karena terlambat mendapat penanganan dokter. 

Solehwanto (4 bulan) terlihat sungguh kecil. Lebar lengannya bahkan lebih kecil dari dua jari orang dewasa. Panjang tubuhnya hanya sekitar 40 sentimeter dengan berat sekitar 2,8 kilogram (kg).
Beratnya lebih kecil dibandingkan anak-anak seusianya yang biasanya memiliki berat setidaknya 5,6 kg.
Sri Kuanti (36) menggendong Soleh, anak kelimanya itu. Sri tengah menenangkan anaknya dengan memberi air susu di ruang tamu rumahnya di Kompleks Perumnas II Parung Panjang, Kecamatan Parung Panjang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, yang ditempati gratis atas seizin pemilik rumah.
”Dia lahir prematur, sekitar enam bulan 10 hari. Waktu itu beratnya hanya 1,5 kilogram,” tutur Sri Kuanti, Selasa (22/2/2011).
Menurut Sri, Soleh dilahirkan di muka pintu rumahnya itu dengan dibantu seorang dukun beranak.
Soal uang, dia memang merasa pusing. Suaminya, Slamet (37), yang bekerja sebagai pembuat batu bata, penghasilannya tak tentu. Jika sedang ramai, hanya mendapat Rp 400.000 per minggu. Belum lagi sejak dua bulan lalu ia harus mencicil kredit televisi dan pemutar cakram Rp 20.000-Rp 25.000 per minggu. Suaminya nekat membeli barang-barang itu secara kredit.
Saat ditemui Sri juga mengaku belum sarapan sama sekali. ”Malas makan,” tuturnya.
Di dapur rumahnya hanya terlihat sepiring nasi sisa kemarin, satu bungkus mi instan, serta satu plastik beras.
Ia pun tak pernah memeriksakan anaknya ke puskesmas karena takut mengeluarkan biaya. Baru Selasa siang Soleh dibawa ke Puskesmas Parung Panjang. Menurut Kepala Puskesmas Parung Panjang dr Dede Agung P, selain pertumbuhannya yang tak seperti anak-anak normal, Soleh juga diduga mengalami gangguan jantung.
Mengapa tidak bisa termonitor lebih awal? ”Kami tidak bisa turun ke satu per satu. Orangtua juga punya tanggung jawab,” tutur Dede.
Kehidupan mereka yang sudah berat menjadi semakin berat. (Antony Lee)


kompas

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | JCpenney Printable Coupons