Saturday, February 12, 2011

Malaikat - Malaikat Kecil yang Terlahir di Tengah Neraka

Ketidakstabilan politik Afghanistan membuat pemerintah Pakistan dan PBB pada Maret 2009 membuat kesepakatan. Kedua pihak menyepakati, 1,7 juta pengungsi dari Afghanistan dapat terus berlindung di Pakistan setidaknya sampai 2012. Dalam kesehariannya, ribuan di antara para pengungsi ini tidak mendapatkan fasilitas yang cukup. Dan untuk kesekian kali, anak-anak menjadi pihak yang paling dirugikan. Tidak adanya fasilitas belajar yang memadai, membuat mereka menjadi generasi tanpa masa depan.


Spoiler for malaikat kecil:

Seorang gadis pengungsi Afghanistan, Sarah Mohammed (3) berdiri di samping tempat tinggalnya di daerah kumuh di pinggiran Islamabad, Pakistan, Selasa (28/12). Foto: AP Photo/ Muhammed Muheisen


Spoiler for malaikat kecil:
Seorang gadis pengungsi Afghanistan, Naseebah Zarghoul (4) berdiri di samping tempat tinggalnya di daerah kumuh di pinggiran Islamabad, Pakistan, Selasa (25/1). Foto: AP Photo/ Muhammed Muheisen

Spoiler for malaikat kecil:
Seorang gadis pengungsi Afghanistan, Sana Ghulab (7) berdiri di samping tempat tinggalnya di daerah kumuh di pinggiran Islamabad, Pakistan, Selasa (25/1). Foto: AP Photo/ Muhammed Muheisen

Spoiler for malaikat kecil:
Seorang gadis pengungsi Afghanistan, Pasmeena Basheer (5) berdiri di samping tempat tinggalnya di daerah kumuh di pinggiran Islamabad, Pakistan, Selasa (25/1). Foto: AP Photo/ Muhammed Muheisen

Spoiler for malaikat kecil:
Seorang gadis pengungsi Afghanistan, Sahira Saifulmolok (9) berdiri di samping sebuah toko di daerah kumuh di pinggiran Islamabad, Pakistan, Selasa (25/1). Foto: AP Photo/ Muhammed Muheisen

Spoiler for malaikat kecil:
Seorang gadis pengungsi Afghanistan, Nazool (6) berdiri di samping tempat tinggalnya di daerah kumuh di pinggiran Islamabad, Pakistan, Selasa (25/1). Foto: AP Photo/ Muhammed Muheisen

Spoiler for malaikat kecil:
Seorang gadis pengungsi Afghanistan, Zeenat Selab (4) berjalan di daerah kumuh di pinggiran Islamabad, Pakistan, Senin (17/1). Foto: AP Photo/ Muhammed Muheisen

Mereka adalah anak - anak yg tidak bersalah yg menjadi korban peperangan dan kepentingan politik, tidak ada fasilitas belajar yg memadai untuk masa depan mereka. Mereka jg di hadapkan dengan masalah sandang dan pangan setiap harinya, apabila kita bayangkan, bagaimana nanti jadinya "malaikat-malaikat kecil" ini di masa depan? tidak kah mereka yg berkuasa dan bertanggung jawab di balik fenomena ini tergerak? semua bisa di mulai dr diri kita sendiri, Stop War, and any kind of Racism! 
 

0 komentar:

Post a Comment

Coment dengan bahasa yang baik dan sopan yah, jangan lupa kirimkan kritik dan saran-nya, terima kasih...

**Salam Blogger**

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | JCpenney Printable Coupons