Saturday, February 19, 2011

Indonesia siapkan ’tablet‘ termurah di dunia


INDONESIA SIAPKAN ’ TABLET ‘ TERMURAH DI DUNIA
Tahun 2010 agaknya menjadi tahun lahirnya gadget fenomenal iPad. PC tablet besutan Apple ini menjadi trendsetter di seluruh dunia. Sebagai pioneer di ranah tablet menjadi keuntungan tersendiri bagi Apple karena iPad laris manis di pasaran, bak kacang goreng. Meskipun ide tablet pertama kali di suarakan oleh Bill Gates. Melihat kesuksesan yang diraih Ipad Apple agaknya menimbulkan persaingan baru. Besarnya keuntungan dan prospek yang lebar membuat brand-brand ponsel terkenal ikut nimbrung di tablet. Sebut saja Galaxy Tab produksi Samsung sebagai penantang iPad. Karena sepanjang tahun 2010, hanya iPad dan Galaxy Tab yang wara-wiri di pasaran.

Belum lagi brand-brand terkenal lainnya yang siap menggelontorkan tablet-tablet andalan mereka. Blackberry Playbook salah satunya, meski terkesan terlambat dalam hal pemasaran tidak lantas tablet besutan RIM ini dikesampingkan. Unggul dalam hal memori penyimpanan serta OS baru menjadi senjata RIM untuk menantang iPad dan Galaxy Tab. Masih banyak lagi tablet-tablet yang dikeluarkan oleh brand-brand baru.

Agaknya ini merupakan momentum tersendiri untuk bangsa Indonesia ambil bagian. Tablet yang dikeluarkan bangsa ini adalah “Tablet Generic”. Nama Generic diambil guna memberikan gambaran bahwa tablet ini ramah lingkungan. Indonesia mencanangkan setiap warga miskin dapat menikmati Tablet Generic ini, karena harganya yang sangat terjangkau semua kalangan masyarakat.

Adapun spesifikasi gambar Tablet Generic ini adalah sebagai berikut,
 


Karena Indonesia berencana menelurkan Tablet Generic ini berbagai macam dengan kisaran harga yang bervariasi. Adapun kisaran harganya adalah sebagai berikut ini:


Artikel ini hanya lelucon Gan!!

Jangan dianggap serius, Hehehehehehehehe. Peace

Seni Keren! Patung-patung terkecil di dunia

Ia lahir pada 1957 di Birmingham. Willard Wigan memulai berkarya pada usia muda. Ia adalah seseorang yang mengalami disleksia (kesulitan membaca) dan berbagai jenis kesulitan belajar lain, yang membuatnya sulit mengikuti pelajaran di sekolah. Sebagai pelarian, ia mencoba menciptakan karya yang tidak dapat dilihat dari mata telanjang.


“Semua dimulai saat saya berusia 5 tahun”, katanya, “Saya membuat rumah untuk semut karena saya berpikir mereka membutuhkan tempat tinggal. Lalu aku membuatkan mereka sepatu dan topi. Semua itu adalah dunia fantasi tempat saya lari dari disleksia karena saya tidak tahan terhadap guru yang selalu mengkritik kesulitan belajar saya. Itulah bagaimana kisah saya sebagai microsculptor berasal”

Hasil karya Willard hanya bisa dilihat menggunakan mikroskop. Setiap karyanya bisa diletakkan di dalam lubang jarum. Pengorbanan personalnya sangat besar dalam tiap penciptaan karyanya. Willard memasuki tingkat meditasi dimana detak jantungnya melambat, hingga membuat ia dapat mengurangi getaran pada tangannya agar dapat menciptakan karya.. Bahkan gema dari suara jalanan di luar dapat mengganggu pekerjaannya, makanya ia memilih bekerja pada malam hari saat gangguan minim.

Hasil karya Willard sering disebut sebagai “keajaiban dunia ke delapan”. Ia bahkan telah mendapat penghargaan dari Prince Charles untuk hasil karyanya yang mengagumkan.

Ia menggunakan peralatan operasi yang kecil untuk membuat karyanya dari emas dan butiran pasir. Untuk mengecat, ia sering menggunakan rambut halus yang berasal dari lalat yang telah mati.
http://i.imgur.com/Wfna7.jpg
http://i.imgur.com/hkADW.jpg
http://i.imgur.com/9dObB.jpg
http://i.imgur.com/M17hg.jpg
http://i.imgur.com/RKh5I.jpg
http://i.imgur.com/f5VDv.jpg
http://i.imgur.com/45hF6.jpg
http://i.imgur.com/DBVKw.jpg
http://i.imgur.com/2U2HS.jpg
http://i.imgur.com/Gg5Cn.jpg
http://i.imgur.com/5aFNE.jpg
http://i.imgur.com/g6wPq.jpg 

Mata Cewek vs Mata Cowok


Cowok dan cewek emang sama-sama tertarik pada hal-hal yang visual. Tapi, menurut buku Why Men Don’t Listen and Women Cant Read Maps karangan Allan dan Barbara Pearce, ada beberapa perbedaan antara mata cewek dengan mata cowok. Ini berhubungan dengan biologi dan kebiasaan yang berlangsung sejak ribuan tahun yang lalu.

1. Pandangan cewek lebih melebar, pandangan cowok lebih tajam
Cowok sering banget kepergok lagi ngelirik cewek lain yang lewat di sebelahnya. Padahal, cewek juga sering kok mengagumi cowok ganteng yang kebetulan melintas. Bedanya, cewek nggak perlu menoleh karena jangkauan pandangan cewek lebih dari 180 derajat. Ini karena mata cewek punya lebih banyak jenis kerucut dalam retinanya.

Mata cowok ukurannya lebih besar dari mata cewek, dan otak menyusunnya seperti sebuah terowongan. Artinya, cowok bisa ngeliat lebih jelas, lebih tepat, dan lebih jauh dibanding cewek. Mirip teropong deh.

2. Cowok lebih bisa melihat di dalam gelap
Kalo udah malem, lebih baik jangan serahkan tugas nyetir pada cewek. Soalnya, ternyata cowok emang lebih mahir ngeliat di dalam gelap dibanding cewek. Apalagi, cowok juga punya kemampuan spasial yang lebih baik di otak kanannya.

Sebaliknya, cewek biasanya kesulitan melihat jarak jauh di dalam kegelapan. Kemampuan ruang yang terbatas juga bikin sebagian besar cewek sulit menentukan arah laju kendaraan lain di malam hari.

3. Mata cewek bisa melihat lebih banyak
Sejak ribuan tahun yang lalu, otak cowok dipersiapkan untuk berburu. Kita harus bisa melihat banyak hal dalam area yang sempit. Otak kita secara otomatis menyempitkan penglihatan kita supaya bisa memusatkan perhatian pada satu hal yang khusus, misalnya binatang buruan.

Pada cewek nggak seperti ini. Sebagai spesies yang terbiasa bertugas melindungi sarang atau tempat tinggal, otak cewek pun terprogram untuk mengolah semua informasi visual yang masuk di lingkup yang lebih luas. Inilah kenapa cewek lebih gampang mencari barang hilang dibanding cowok, karena otaknya bisa memproses lebih banyak “gambar” dalam satu waktu dibanding cowok.
 

Bentuk-bentuk awan yang menakutkan

Delapan foto unik, gambar awan dengan bentuk yang lain dari biasanya. Meski tampak “terlalu indah” seperti khayalan, semua karya fotografi terbaik ini bukan rekayasa. Semua bentuk awan adalah asli apa adanya, walau pada sebagian foto ditambahkan efek warna. Gambar awan yang indah sekaligus menakutkan. Weird, Rare Clouds and the Physics Behind Them, demikian judul yang ditulis Wired Science.
Diambil Blog Berita dari situs-situs terpercaya National Geographic, koran Guardian, dan Wired Science. Yang menjepret adalah fotografer-fotografer profesional di sejumlah negara, antara lain Amerika Serikat, Selandia Baru, Skotlandia, dalam kurun waktu belasan tahun terakhir.
090603 02 new type cloud sunset big 8  Bentuk awan yang menakutkan
090603 01 new cloud pictures big 8  Bentuk awan yang menakutkan
Asperatus cloud Over Schi 006 8 Bentuk  awan yang menakutkan
morninggloryclouds 8 Bentuk awan  yang menakutkan
clouds 2a 8 Bentuk awan yang  menakutkan
clouds 4b 8 Bentuk awan yang  menakutkan
clouds 3a 8 Bentuk awan yang  menakutkan
kcrg weather  pciclouds 8 Bentuk awan yang menakutkan

Menguak Misteri Kota Emas El-Dorado

Rakit emas El Dorado ditemukan pada tahun 1969 di gua dekat Bogota, Kolombia. Adanya harta karun yang tersimpan di kawasan El Dorado di Amerika Selatan hingga kini masih menjadi sebuah legenda bagi rakyat Amerika dan dunia.


Sejumlah penelitian sejarah atau penelitian pribadi dilakukan untuk mengungkap misteri yang meliputinya. Bayangan tentang emas dan permata berharga yang terkubur di suatu tempat di pedalaman Amerika Selatan itu tetap hangat dibicarakan.

Satu-satunya pijakan untuk mengungkap rahasia besar itu adalah legenda yang tersiar sejak lima ratus tahun lalu. Tentang suku Chibcha, sub suku Indian Amerika Selatan yang sangat memuja Dewa Matahari.

Mitologi kuno mereka yang dilansir orang-orang Spanyol menyebutkan bahwa pemujaan ini berkaitan dengan sejumlah persembahan harta berharga seperti emas dan batu permata.

Orang-orang Chibcha menganggap emas adalah anugerah dari Dewa Matahari dan selayaknya dipersembahkan kembali kepada sang Dewa.

Lalu kisah yang menyeruak dari mulut ke mulut menyebutkan bahwa pemujaan tersebut membuat suku-suku Chibcha melebur emas sebagai perisai bagi bangunannya.

Sehingga kuil-kuil pemujaan mereka disebut dilapis lempeng emas. Namun tak ada bukti yang tersisa dari perkiraan ini.



Kisah ini mirip dengan legenda dalam bahasa Omagua yang diketahui sebagai Indian Tupi-Guyana di teritori antara Brasil dan Guyana. Mereka percaya pada legenda El Dorado berkaitan dengan emas.

Namun penjelajah sering menafsir El Dorado mengacu pada sebuah kota emas. Dan dalam peta kuno mereka terdapat sebuah nama El Dorado yang lokasi persisnya tidak jelas.

Sebuah mitologi dalam kepercayaan kuno Chibcha ada disebutkan soal Dewi penunggu danau suci. Selain pemujaan terhadap Dewa Matahari, pemujaan dewi air suci ini juga sangat populer di kalangan Indian itu di masa lalu.

Kisah tentang Dewi ini bermula dari mitologi tentang seorang istri kepala suku Chibcha di masa awal. Karena dituduh melakukan suatu pelanggaran "hukum" perempuan yang merasa benar itu kemudian bunuh diri dengan melompat ke dalam sebuah danau.

Kemurnian hatinya ternyata terbukti dan ia pun bertransfromasi menjadi seorang dewi. Maka sang Dewi ini pun menjadi penunggu danau suci yang dalam perkamen tua dikenal sebagai Danau Guatavita.

Pemujaan terhadap Dewi Guatavita ini kemudian menjadi ceremoni satu tahun sekali. Di puncak upacara tersebut, seluruh tubuh kepala suku Chibcha akan dilabur dengan getah kemudian dilapisi dengan serbuk emas. Dari kepala hingga ujung jari kaki.

Lewat ritual tertentu, kepala suku kemudian diarak menuju danau. Dari sana ia akan dinaikkan ke rakit hingga ke tengah danau.

Tiba di tengah danau kepala suku akan terjun ke air dan membasuh tubuhnya hingga bersih. Saat ritus ini dilakukan, barisan upacara yang mengiringinya akan melemparkan sejumlah persembahan emas dan permata ke dalam danau.

Inilah yang disebut sebagai upacara orang emas yang dalam bahasa Muisca (Chibcha) disebut sebagai El Dorado.



Benarkah legenda ini?

Sebuah laporan bertahun 1962 menyebutkan tentang penemuan spektakuler dua petani. Di suatu desa dekat Bogota (ibukota Colombia sekarang) mereka menemukan sebuah liang gua yang sangat kecil.

Penasaran, kedua petani ini kemudian masuk ke dalamnya dan mereka menemukan emas. Emas temuan mereka ini berupa artefak berbentuk rakit miniatur dengan delapan pendayung dan seorang kepala suku yang terbuat dari emas.

Kedelapan pendayung ini duduk membelakangi sang kepala suku. Inilah salah satu bukti kuat tentang legenda El Dorado yang berhasil ditemukan.

Namun impian tentang emas yang melimpah di El Dorado, tak pernah ditemukan hingga kini. Walau Danau Guatavita tercantum di peta, deskripsinya itu tidak sesuai dengan perkamen kuno tentang danau suci Guatavita yang sesungguhnya.

Konon danau suci itu terdapat di antara pegunungan Andes, di dalam sebuah gua yang kini sudah tertutup di dekat Bogota. Seluruh upaya pencarian tidak membuahkan hasil. Terkadang misteri memang bukan untuk diungkap.

Memburu Emas El Dorado, semua berawal dari legenda. Dikisahkan dari mulut ke mulut oleh penjelajah Spanyol. Tentang sebuah kota yang berlapis emas bernama El Dorado.

Legenda ini menarik minat beratus-ratus pemburu harta karun. Namun sebagian besar akhirnya menemui ajal. Tewas di pedalaman belantara Amerika Selatan di gugus pegunungan Andes.

Sejak penjelajah Spanyol, Juan Ponce de Leon pada 1513 menemukan Puerto Rico di Karibia. Ia mendengar kisah tentang emas di sana namun tak menemukannya.

Sampai akhirnya orang-orang Indian menyebut bahwa di Pulau Bimini (sekarang Bahama) ada sumber air awet muda. Ia kemudian lebih tertarik mencari air awet muda. Dalam pencarian tersebut ia berlayar sampai ke semenanjung Florida.

Dalam sebuah ekspedisi militer tahun 1521, Ponce de León mendarat di Charlotte Harbor (Florida) bersama 200 tentara yang menumpang 2 kapal.

Saat itu pasukan ekspedisi militer Spanyol ini dihadang pejuang Indian Seminole. Pertempuran pun pecah. Ponce de Leon terkena panah dan segera dievakuasi, namun ia akhirnya menemui ajal setibanya di Kuba.

Paska de Leon, kisah tentang emas suku-suku Indian ternyata menarik bagi penjelajah Spanyol lain bernama Gonzalo Jiménez de Quesada.

Dengan menggunakan kekuatan senjata pada 1530-an Quesada bersama pasukan ekpedisi merangsek ke pedalaman Amerika Selatan.

Ia kemudian mendarat di wilayah kerajaan Bogota (sekarang columbia) dan untuk pertama kali bertemu dengan suku Indian Chibcha (Sering disebut Muisca) di tahun 1537. Indian yang menghuni dataran tinggi yang erat dengan kisah emas tersembunyi.

Lalu ekspedisi lain yang dipimpin Sebastian de Belalcazar mendengar legenda El Dorado. Dalam bayangannya El Dorado adalah sebuah kota atau wilayah dengan emas yang melimpah ruah. Namun pencarian itu tak pernah membuahkan hasil.

Kegilaan pada emas terus menghantui para penjelajah. Orellana and Gonzalo Pizarro pada 1541 menyusul memasuki teritori Indian melalui perairan Amazon dengan melakukan pembantaian Indian dan pencarian emas yang paling brutal.

Para penjelajah tak pernah mengetahui pasti apakah El Dorado yang sesungguhnya. Kecuali cerita rakyat dan legenda yang membaur bahwa El Dorado berhubungan dengan emas dan harta karun paling berharga milik suku-suku Indian Amerika Selatan.

Padahal sesungguhnya arti kata El Dorado lebih mendekati pengertian "Orang Emas" (Golden Man) ketimbang sebuah tempat emas (Golden Place), yang dalam penyebutan suku Indian lokal sebagai El Rey Dorado yang artinya raja emas.

Penyalahartian El Dorado sebagai suatu tempat dengan emas dan permata yang melimpah ternyata telah membutakan para penjajah dan penjelajah Eropa.

Konsepsi El Dorado yang tak pernah jelas asal muasal aslinya ditangkap orang-orang Eropa sebagai misteri tentang harta karun terpendam. Maka sejak isu tentang kota emas itu merebak, para pencari harta dan penjelajah berupaya mati-matian mencari lokasinya.

Ternyata setiap ekspedisi yang dikirim selalu mengalamai kebuntuan. Total korban tewas dalam upaya pencarian emas ini mencapai ribuan.

Mereka tewas dalam pertempuran dengan suku-suku Indian, terjebak keganasan alam hutan hujan tropis, tewas dalam kecelakaan di medan jelajah pegunungan dan lembah, namun tidak menemukan titik terang tentang harta karun, emas atau pun permata.



Apakah El Dorado?

Chibcha adalah satu suku yang mendiami dataran tinggi di wilayah gugus pegunungan Andes teritori Columbia.

Dalam sebuah catatan tentang mitologi suku ini kemungkinan El Dorado merupakan lambang dari sebuah energi besar yang mengandung kekuatan trinitas dari Chiminigagua. Sebuah kekuatan penciptaan semesta.

Namun kemudian El Dorado digunakan secara metaforis untuk merujuk pada tempat benda berharga bisa ditemukan.

Karena itu nama El Dorado bisa ditemukan di dalam peta Amerika, terutama sebuah tempat di California dan beberapa tempat lain.

El Dorado juga digunakan untuk merujuk pada pengertian cinta, surgawi, kebahagiaan, atau kesuksesan. Bisa juga dipakai untuk menyatakan sesuatu harapan yang tidak terwujud atau ilusi yang tak nyata.

Pemaknaan ini berkaitan dengan banyak upaya menguak misteri emas di balik El Dorado.

Dan Sir Walter Raleight pernah menduga El Dorado sebagai sebuah kota di tepian Danau Parima tak jauh dari Orinoco, Guyana (sekarang Venezuela).

Dan beberapa penjelajah yang putus asa pernah berencana mengeringkan Danau Guatavita yang diduga menjadi kuburan harta karun suku Chibcha.

Karena di tepian danau di wilayah Sesquile, Provinsi Almeidas itu pernah ditemukan sejumput hiasan emas dan batu zamrud. Namun upaya itu tak pernah diwujudkan. Apakah harta karun itu terkubur di bawah lumpur danau?

Inilah 3 Senjata legendaris dari Jepang

1. Tonbogiri
Salah satu dari tiga tombak legendaris yang diciptakan oleh pembuat senjata terkenal, Masazane.

Dikatakan tombak ini di pegang dan digunakan oleh oleh Honda Tadakatsu. Tombak namanya berasal dari mitos bahwa ada capung mendarat pada mata pisau dan langsung dipotong dua. Jadi Tonbo (Jepang untuk "capung") dan giri (Jepang untuk "memotong"), menerjemahkan nama tombak ini sebagai "Dragonfly Cutter / Cutting Spear / Pemotong Capung".




2. Kusanagi no Tsurugi
adalah pedang legendaris Jepang yang penting bagi sejarah Jepang dan sama pentingnya seperti sejarah pedang Excalibur bagi orang-orang britania, dan merupakan salah satu dari tiga Regalia Kekaisaran Jepang. Ini pada awalnya disebut Ama-no-Murakumo-no-Tsurugi ( "Sword of the Gathering Clouds of Heaven") tapi namanya kemudian diubah menjadi lebih populer Kusanagi-no-Tsurugi ( "Grass Cutting Sword").





3. Ame no nuhoko
atau disebut "heavenly jewelled spear" adalah nama yang diberikan kepada naginata yang dalam mitologi Jepang digunakan untuk meningkatkan massa tanah purba, Onōgoro-shima, dari lautan. Menurut Kojiki, para dewa Izanagi dan Izanami bertanggung jawab untuk menciptakan tanah pertama. Untuk membantu mereka melakukan hal ini, mereka diberi naginata dihiasi dengan permata, bernama Ame-no-nuboko. Kedua dewa kemudian pergi ke jembatan antara langit dan bumi, Ame-no-ukihashi ( "floating bridge of heaven"), dan bergejolak di bawah laut dengan naginata. Ketika tetes air asin jatuh dari ujung, mereka dibentuk menjadi pulau pertama, Onōgoro-shima. Izanagi dan Izanami kemudian turun dari jembatan dari surga dan membuat rumah mereka di pulau itu.

Huruf kanji yang digunakan di Ame-no-nuboko di ucapkan secara benar ame-(no)-numa-hoko, dengan Numa berarti "marsh, swamp, atau bog". Ini akan diterjemahkan sebagai "heavenly swamp spear".


 

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | JCpenney Printable Coupons