Thursday, April 14, 2011

Saudi akan Bangun Gedung Tertinggi Sejagat

Saudi akan Bangun Gedung Tertinggi Sejagat
Keluarga Kerajaan Arab Saudi hari ini mengungkapkan rencana mereka membangun gedung tertinggi di dunia.

Gedung dengan nama “Menara kerajaan” itu akan memiliki tinggi 1,6 kilometer. Ini akan menggusur rekor sebelumnya yang dipegang Burj Khalifah di Dubai, Uni Emirat Arab, yang mempunyai ketinggian 828 meter. Menara Kerajaan ini bakal dilengkapi sejumlah hotel, perkantoran, apartemen mewah, dan sebuah pusat belanja.

Saking tingginya, untuk mencapai puncak gedung dengan menggunakan lift butuh waktu sekitar 12 menit. Proyek bergengsi dan ambisius itu menelan anggaran US$ 12 miliar atau sekitarRp 103,44 triliun.

Pembangunan ini dibiayai oleh Kingdom Holding Company, perusahaan terbesar milik keluarga kerajaan. Mereka menggandeng Adrian Smih + Gordon Gill Arichitecture, perusahaan asal Amerika Serikat yang merancang Burj Khalifah.


Menurut arsitek spesialis gedung-gedung tertinggi, Emaar, Menara Kerajaan itu akan dibangun di luar kota pelabuhan Jeddah. Ini bakal menjadi mascot bagi kota berpenduduk sekitar 80 ribu jiwa itu.
Namun menurut Wakil Pemimpin Redkasi the Architects’ Journal Rory Olcayto, perlombaan menciptakan gedung pencakar langit merupakan perbuatan sia-sia. “Gedung-gedung ini kehilangan arti dan hanya merupakan simbol cara berpikir usang,” katanya. 
Sumber :
http://www.jackbox.tk/2011/04/saudi-akan-bangun-gedung-tertinggi.html

Senjata Api yang aneh...






















 
 
 
sumber:
http://feedproxy.google.com/%7Er/IdeGueSihGiniKloKamu/%7E3/5IwdTXl4pxo/koleksi-foto-foto-pistol-paling-unik.html

Seni ukir dari buah pisang

http://hermawayne.blogspot.com http://hermawayne.blogspot.com

http://hermawayne.blogspot.com http://hermawayne.blogspot.com

http://hermawayne.blogspot.com http://hermawayne.blogspot.com

http://hermawayne.blogspot.com http://hermawayne.blogspot.com

http://hermawayne.blogspot.com 
 
 
 
Sumber :
http://wisbenbae.blogspot.com/2011/04/seni-ukir-dari-buah-pisang.html

Mengenal Ulat Bulu Sejarah Perkembangannya Serta Serangan Invasinya

image Suaranews - Ulat bulu adalah bagian larva yang tergolong ordo Lepidoptera. Kebanyakan hewan ini mengkonsumsi tumbuhan (herbivora) serta serangga. Ramai dibicarakan, bagaimana kehidupannya? 

Ulat bulu menjadi hama yang rakus mengkonsumsi daun sehingga banyak merugikan petani. Asal-usul etimologi ulat bulu bermula sejak awal abad 16. Nama ulat bulu atau caterpillars bersumber asal bahasa Perancis lama yakni catepelose yang mengandung maksud kucing (cattus: bahasa Latin) serta pelose yang artinya bulu. 

Ulat bulu pula mempunyai nama sebutan yakni geometrids maupun inchworms lantaran cara hewan ini bergerak seolah mengukur bumi. Ulat bulu mempunyai tubuh lunak yang dapat menumbuhkan bulu dengan cepat. 

Di tubuhnya, cuma bagian kepala yang keras. Ulat bulu mempunyai rahang yang kuat serta tajam guna mengunyah daun. Tetapi, bagi ulat bulu dewasa, rahang mereka cenderung semakin lunak. Di balik rahang, ulat bulu mempunyai fitur pemintal yang dapat memproduksi sutra. 

Beberapa larva mengenai ordo Hymenoptera (semut, lebah serta tawon) sebenarnya seringkali terlihat semacam ulat bulu asal ordo Lepidoptera. Kedua mengenai tersebut berbeda cuma di bagian perut. Selain itu, ulat Lepidoptera mempunyai jahitan berbentuk Y di bagian depan kepala.
Guna memudahkan penjelajahan Bumi, ulat bulu memiliki warna buram dan menyerupai tanaman yang mereka makan. Bahkan, mereka juga memiliki bagian tubuh yang bisa menyerupai duri tanaman. Ukuran ulat bulu bervariasi yaitu 1 milimeter hingga 2 inci. Bahkan, mereka seringkali terlihat seperti kotoran burung.(inilah/suaranews)

Kekayaan Pangeran Brunei-Sultan Hassanal Bolkiah

Sultan Hassanal Bolkiah dari Brunei, Presiden negara terkaya di dunia , mewah, menggunakan emas dalam segala hal. Sultan dilahirkan dengan suapan makan dari sendok yang terbuat dari emas. Pakaian di bordir dengan emas dan perak.

Ini adalah beberapa foto istananya. Istana terbesar dan paling mewah di dunia terdiri dari 1788 kamar dilengkapi dengan emas dan bertatahkan berlian.Garasi untuk mengakomodasi 110 mobil. Istana masing-masing memiliki 650 suite. Hal ini mengharuskan pengunjung menghabiskan 24 jam hanya untuk memeriksa setiap kamar selama 30 detik.





Pesawat Sultan Brunei

Merupakan pesawat termewah di dunia, dihiasi dengan emas. Sultan juga memiliki pesawat Boeing 747 senilai seratus juta dolar, dan kemudian kembali dirancang sebagai rumah dengan biaya lebih dari seratus dua puluh juta dolar. Dia juga memiliki enam pesawat kecil dan dua helikopter.




Salah satu mobil Sultan Brunei
Atas permintaan khusus Sultan Brunei, Rolls Royce menggabungkan desain mobil mereka dengan Porsche. Kendaraan ini saat ini berada di London untuk digunakan selama tinggal di Inggris.

Wikipedia mengatakan Sultan memiliki :
531 Mercedes-Benz
367 Ferrari
362 Bentley
185 BMW
177 Jaguar
160 Porsche
130 Rolls-Royce
20 Lamborghini

Total jumlah mobilnya adalah 1,932  , Busyeeet....
 
 
 Sumber :
http://wisbenbae.blogspot.com/2011/04/pangeran-terkaya-sultan-hassanal.html

Rumah-rumah Bersejarah di Indonesia !


Begitu banyak jenis rumah yang sudah berdiri sekarang,namun kenyataannya rumah-rumah yang serba modern tersebut merujuk pada rumah-rumahbesar bersejarah di Indonesia. Meski terbilang kuno, polesan sana sini menjadikan bangunan usia lama bertransformasi menjadi museum yang sangat terkenal.

Berikut rumah-rumah tua bersejarah di Indonesia :

Tjong A Fie Mansion – Medan

Rumah ini dibuka untuk publik pada 18 Juni 2009 demi memperingati ulang tahun ke-150 sang empu rumah, Tjong A Fie. Namanya memang tak asing lagi sebagai salah satu taipan kaya raya di zamannya.

Meninggal pada tahun 1921, Tjong A Fie mewariskan rumah bergaya arsitektur Cina kental di kawasan Kesawan, Medan yang sebagian interiornya masih terjaga hingga kini.

Untuk yang penasaran dengan sejarah panjang kehidupan taipan berdarah Tionghoa ini, rumah besar ini memuat segala foto serta perabotan yang nilai otentiknya masih terjaga. Mulai dari seperangkat meja makan dan bangku kayunya hingga tempat tidur yang pernah dipakai sang taipan.

Kentalnya budaya Eropa dalam bangunan yang berusia ratusan tahun ini dapat terlihat saat kita melangkah menuju lantai kedua dimana terdapat ruangan besar berukuran 15 X 7 meter. Dulu ballroom berlantaikan kayu ini merupakan tempat berdansa ketika sang tuan rumah membuat perhelatan.

Rumah Laksamana Maeda – Menteng, Jakarta



Nama Laksamana Muda Maeda Tadashi dikenang sebagai salah satu tokoh yang ikut dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia. Rumahnya yang megah dengan arsitektur art-deco di Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta menjadi saksi bisu lahirnya naskah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.

Kini di rumah berhalaman luas itu kita masih bisa menemukan beberapa peninggalan peristiwa penting yang terjadi pada malam hari tanggal 16 Agustus 1945 hingga subuh tanggal 17 Agustus 1945. Salah satunya adalah piano tua yang tergolek tidak jauh dari pintu depan.

Seperangkat kursi serta meja yang pernah diduduki para Bapak Bangsa juga masih dapat dinikmati utuh. Bangunan berlantai dua itu memiliki balkon yang menghadap Taman Suropati.

Rumah Lengkong – Serpong, Tanggerang

Terhimpit di antara banyaknya bangunan modern di dalam kawasan Serpong, Tanggerang, sebuah rumah bergaya Betawi berdiri dengan tegak. Rumah itu merupakan salah satu peninggalan sejarah ketika berlangsung 'Peristiwa Lengkong' pada 25 Januari 1946.

Di tempat ini Mayor Daan Mogot yang kini namanya telah diabadikan sebagai nama jalan penghubung antara wilayah Jakarta Barat dengan Tangerang ini gugur sebagai pahlawan bangsa saat hendak menumpas penjajah Jepang dalam proses gencatan senjata yang memilukan.

Dahulu, rumah ini merupakan gudang penyimpanan senjata pasukan Jepang. Konon desain arsitektur rumah ini tidak banyak perubahan, didominasi dengan cat putih dengan aksen hijau, kini di dalamnya bila sedang diperingati Peristiwa Lengkong dindingnya akan dihiasi oleh sejumlah foto perjuangan.

Rumah Linggarjati – Kuningan, Jawa Barat



Terletak di kawasan Linggarjati, bangunan tua ini berada di kaki Gunung Ciremai, Kuningan, Jawa Barat yang sejuk. Rumah kental dengan arsitektur tropis Hindia Belanda ini memang khas dengan jendela besar dan ventilasi hampir di segala penjuru rumah.

Pada tanggal 10-15 November 1946, rumah peristirahatan ini sempat menjadi saksi penting berlangsungnya Perundingan Linggarjati yang dihadiri oleh delegasi dari tiga negara yaitu Inggris, Belanda, dan Indonesia.

Di dalamnya hingga kini masih tersimpan beberapa atribut seperti piano klasik dan jam tower besar bermerek bermerek Junghans. Sebelumnya pada tahun 1935 rumah besar ini sempat menjadi hotel bernama Rustoord. Semasa pendudukan Jepang berganti nama menjadi Hotel Hokay Ryokan dan kemudian di masa awal kemerdekaan menjadi Hotel Merdeka.

Uniknya pada dekade tahun 70-an bangunan penuh nilai sejarah ini sempat menjadi sekolah SD Negeri Linggarjati sebelum resmi menjadi Museum Linggarjati. Terbagi dalam beberapa bangunan termasuk sebuah paviliun di samping, ruangan utamanya memiliki 6 kamar dengan luas 5 x 6 meter.
 




Sumber :
http://15meh.blogspot.com/2011/04/inilah-rumah-rumah-bersejarah-di.html

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | JCpenney Printable Coupons