Saturday, March 5, 2011

Mourinho Nyaris Jadi Korban Penusukan


MADRID,  - Manajer Real Madrid Jose Mourinho disebut media Spanyol Cadena Ser, hampir menjadi korban penusukan, di bandara La Coruna, Jumat (25/2/2011).
Dikatakan, saat itu Mourinho sedang melayani permintaan tanda tangan dari sejumlah orang. Sementara begitu, ada seseorang yang mencoba mendekati Mourinho.
Petugas keamanan Madrid disebut curiga dan menghentikan orang itu. Tidak dijelaskan apa dan bagaimana pembicaraan mereka. Yang jelas, menurut Cadena Ser, petugas itu ditusuk.
Juga tidak dijelaskan apakah pelaku bisa ditangkap atau tidak atau bagian tubuh mana dari petugas itu yang ditusuk. Namun, Cadena Ser mengatakan, petugas tersebut mendapat tusukan sedalam empat sentimeter, tanpa menyadari dirinya ditusuk sampai ia berada dalam bus tim.
Dikatakan, insiden itu terekam kamera keamanan bandara.
Sejauh ini belum ada keterangan resmi dari Real Madrid maupun Mourinho mengenai pemberitaan tersebut. (CS)



KOMPAS.com

Ternyata, Wanita Lebih Pemaaf Ketimbang Pria

Detail Berita
Wanita lebih pemaaf (Foto: Corbis) 

MESKIPUN wanita didominasi oleh perasaan, ternyata untuk urusan memaafkan wanita tetap unggul dibanding pria.

Sebuah studi baru yang dilakukan University of the Basque Country (UPV/EHU) menunjukkan bahwa wanita lebih pemaaf ketimbang pria. Studi tersebut menyebutkan bahwa perbedaan emosional yang disebabkan karena jenis kelamin dan generasi turut memengaruhi soal memaafkan seseorang.

“Penelitian ini adalah yang pertama dilakukan di Spanyol. Hal ini menunjukkan bahwa orang tua merasa lebih mudah untuk memaafkan daripada anak-anak mereka dan wanita pun lebih pemaaf dibandingkan pria,” seperti ditulis Times of India.

“Faktor yang menentukan dalam kapasitas memaafkan adalah empati. Wanita memiliki kapasitas empati ini jauh lebih besar daripada pria,” ujar Carmen Maganto, penulis penelitian dan seorang profesor tetap di Fakultas Psikologi UPV.

Untuk mengetahui lebih lanjur, peneliti pun melakukan pengukuran terhadap kadar memaafkan tersebut. Mereka mengukurnya berdasarkan faktor skala memaafkan dan faktor memfasilitasi. Hasilnya menunjukkan bahwa terdapat perbedaan alasan yang mendorong seseorang untuk memaafkan yakni berdasarkan usia dan jenis kelamin seseorang.

Anak-anak percaya bahwa memaafkan membutuhkan waktu sementara orangtua lebih mudah memaafkan dengan mengedepankan alasan penyesalan yang ditunjukkan orang tersebut serta keadilan hukum.

Penulis studi ini mengatakan bahwa orang tua yang telah memaafkan memiliki peningkatan kapasitas untuk memaafkan di segala bidang. Orangtua dan anak-anak menggunakan definisi yang sama dalam memaafkan. Tidak ada dendam, rekonsiliasi, dan pemahaman empati. Itulah istilah yang paling sering digunakan oleh kedua kelompok untuk mendefinisikan memaafkan.

Penelitian dilakukan dengan bekerja sama dengan 140 peserta (orangtua dan anak-anak) dimana menyoroti dua  kondisi utama bagi seseorang untuk dimaafkan. Salah satu syaratnya adalah mereka harus menunjukkan penyesalan dan yang kedua adalah bagi mereka yang sempat tersinggung diharapkan tidak berujung pada dendam.


Para ahli mengatakan bahwa lingkungan keluarga memainkan peran penting dalam transmisi nilai-nilai etika yang berkaitan dengan urusan memaafkan tersebut.

“Hasilnya sangat menarik karena ada beberapa situasi dimana keluarga mengalami krisis dan tidak ada pendidikan dasar yang mengajarkan anak-anak soal etika memaafkan ini dan mereka umumnya mendapatkannya hanya dari sekolah,” ujar peneliti.

Penelitian ini pun kemudian membuka banyak pertanyaan baru yang meyakini hal-hal yang diperlukan untuk memelajari peran yang dimainkan dalam memaafkan seseorang yakni merawat sisi psikologis mereka terutama di kalangan korban pelecehan seksual, penganiayaan fisik dan psikologis, serta perselingkuhan pernikahan.



Okezone

Pacaran di Tepi Waduk, Sejoli Tewas Tenggelam

Sejuli tewas tenggelam di Waduk Greneng (Foto: Ranin Agun/Global)
Sejuli tewas tenggelam di Waduk Greneng (Foto: Ranin Agun/Global)
BLORA - Diduga karena tak bisa berenang, sepasang muda mudi yang tengah asyik memadu kasih di tepi Waduk Greneng, Blora, Jawa Tengah, ditemukan tewas tenggelam, Jumat (4/3/2011) malam.

Tim SAR yang datang ke lokasi sempat kesulitan mengevakuasi jasad keduanya, lantaran situasi gelap dan ketinggian air waduk lebih dari tujuh meter.

Setelah lebih dari dua jam berjibaku, tim akhirnya berhasil mengangkat jasad korban dan membawanya ke rumah sakit terdekat.

Tangis histeris pecah ketika keluarga dari korban, Ahmad Hasan (18), mendatangi kamar mayat RSUD Blora dan mendapati jasad anaknya yang telah kaku. Hasan tewas bersama sang pacara, Budi Ernawati (18).

Menurut Kapolsek Tunjungan, Blora AKP Zuwono, kejadian tersebut bermula saat Hasan dan Erna berpacaran di tepi waduk hingga petang hari. Entah kenapa Erna tiba-tiba terpeleset dan terjebur ke dalam waduk.

Melihat pacarnya minta tolong, tanpa pikir panjang Hasan melompat ke tangah Waduk. Namun karena dua-duanya tidak bisa berenang dan air waduk yang cukup dalam, nyawa keduanya tidak tertolong.

Kasusnya kini dalam penanganan Polsek Tunjungan dan Polres Blora.    
 
 okezone

Mamalia dengan Masa Kehamilan Terlama

Namun, selama masa hidupnya, mereka hanya bisa memiliki empat anak.
 
Gajah betina rata-rata bisa hidup antara 60 hingga 70 tahun lamanya. Akan tetapi, selama masa hidupnya, mereka hanya bisa memiliki empat anak saja. Sangat jarang mereka hamil dengan bayi kembar. (nationalgeographic.com)

Dari seluruh spesies mamalia yang ada, gajah memiliki periode kehamilan yang paling panjang. Hewan raksasa yang ramah ini mengandung selama lebih dari 18 bulan.

Rata-rata periode kehamilan gajah antara 640 hingga 660 hari atau sekitar 95 pekan. Sebagai perbandingan, masa kehamilan manusia rata-rata berlangsung selama 280 hari atau sekitar 40 pekan.

Seperti dikutip dari Life Little Mysteries, Jumat 4 Maret 2011, gajah betina bisa hidup hingga 60 atau 70 tahun lamanya. Namun, selama masa hidupnya, mereka hanya bisa memiliki empat anak.

Meski gajah umumnya hanya mengandung satu ekor bayi dalam satu waktu, tercatat sekitar 1-2 persen gajah melahirkan bayi kembar.

Yang menarik, saat seekor gajah melahirkan, gajah-gajah lain dalam kelompoknya membentuk lingkaran pelindung di sekitar induk gajah yang melahirkan tersebut untuk menjaganya saat proses kelahiran berlangsung.

Saat lahir, bayi gajah umumnya memiliki bobot seberat 120 kilogram. Ketika lahir, ia dalam kondisi nyaris buta dan hanya mengandalkan sepenuhnya pada belalainya untuk mengetahui dunia di sekitarnya.

Meski mampu hidup hingga 70 tahun, rekor terpanjang usia seekor gajah yang pernah tercatat adalah 82 tahun. (art)
 
 
 
 

Rekor 36 Kartu Merah di Satu Pertandingan, Semua Pemain Diusir

foto 
Kartu Merah.

 Seorang wasit mencetak rekor dalam sebuah pertandingan sepak bola dengan mengeluarkan 36 kartu merah. Wasit bernama Damian Rubino mengusir seluruh pemain alias 22 pemain plus pemain cadangan dan staf tim ketika terjadi perkelahian massal.

Insiden tersebut terjadi saat Damien Rubino memimpin pertandingan Divisi Lima Liga Argentina antara Claypole melawan Victoriano Arenas, Selasa (2/3). Pertandingan tersebut akhirnya dimenangkan Claypole 2-0 di Buenos Aires.

Hampir sepanjang pertandingan terjadi pelanggaran. Sebelum babak kedua dimulai, dua pemain sudah diusir. Dan di akhir pertandingan, suasana menjadi makin panas ketika perkelahian massal terjadi. Bukan hanya pemain dan pelatih yang terlibat, para penggemar juga masuk ke lapangan ikut berkelahi. 

Akibat insiden tersebut, salah satu petinggi klub memohon kepada polisi untuk mengunci para pemain lawan di ruang ganti mereka.

Claypole menuding wasit Damian Rubino kelewatan dengan mengeluarkan 36 kartu merah. Manajer Claypole, Sergio Micieli, mengatakan, "Mayoritas pemain berupaya untuk melerai pertikaian. Lantas wasit jadi bingung."

Pertandingan tersebut memecahkan rekor kartu merah terbanyak yang sebelumnya terjadi pada 1993 di Paraguay ketika 20 pemain diusir wasit.

Menurut laporan di Argentina, Asosiasi Sepak Bola Argentina berencana mencabut keputusan wasit yang mengeluarkan 36 kartu merah karena dikhawatirkan menjadi preseden buruk ke depannya.
 
 
 
TEMPO Interaktif

Ibu di Bandung Melahirkan Tanpa Hamil

foto 

 Perempuan, 37 tahun, Yuni Rosmiati kaget bukan kepalang. Soalnya ia, yang tak merasa hamil, melahirkan bayi laki-laki pada Jumat (25/2) lalu, sekitar pukul 08:00. Warga RT 8/20, Tamansari, Bandung Wetan, Kota Bandung ini paginya hanya menonton televisi di lantai beralas karpet.
Saat itu, isteri Nana ini berada di rumah bersama anak ketiganya yang sedang bermain di dekat pintu. Tiba-tiba Yani merasakan sakit perut, “Saya merasa mules seperti mau buang air besar, tapi tidak jadi,” kata Yani di rumahnya, Jumat (4/3) malam.

Yani kemudian meminta anak ketiganya mengambilkan sarung. Setelah memakai sarung, rasa mules tak hilang. "Tadinya mau ke kamar mandi, tapi mules lagi, mulesnya seperti mau melahirkan,” dia menuturkan.
Yani merasakan ada sesuatu keluar dari alat kemaluannya. Dalam kondisi setengah sadar, Yani melihat seorang bayi. Ia berteriak meminta tolong tetangganya. “Saya sangat kaget, tidak percaya apakah saya melahirkan seorang bayi?" 
Tetangganya yang dimintai tolong segera masuk rumahnya. Tetangga tersebut memastikan benda yang keluar itu seorang bayi. "Perut pun biasa saja, tidak ada perbedaan,” kata dia.
Suami Yani, Nana, 60 tahun, yang saat istrinya melahirkan berada di kantor, mengaku kaget dengan kejadian tersebut. Nana mengatakan istrinya masih mengalami haid dan tidak ada tanda-tanda hamil.
“Waktu itu ada telepon dari rumah pas saya di kantor, ngasih tau kalau istri saya sakit," kata dia. "Pas pulang ternyata istri saya melahirkan. Subhanallah, sangat aneh, padahal istri saya beberapa hari sebelumnya baru beres haid dan tidak ada tanda-tanda kalau hamil, badannya tidak berubah.”
Keganjilan proses Yani melahirkan bayi yang diberi nama Rahmat Yudadipraja kontan membuat warga heboh. Neli Sumiati, 32 tahun, tetangga Yani, mengaku sangat kaget saat pertama melihat Yani melahirkan. “Waktu itu Yani berteriak meminta tolong sama saya, ternyata dia melahirkan. Saya langsung meminta tolong tetangga lainnya dan langsung membawa Yani dan bayinya ke Bidan.”
Neli selama ini tak melihat tanda-tanda tetangganya itu hamil. “Benar-benar tidak ada tanda-tanda, pokoknya tidak seperti orang hamil. Pas udah melahirkan saja Yani masih bisa berjalan-jalan, pokonya aneh sekali.”
Sampai saat ini warga kelurahan Tamansari masih membicarakan kelihiran anak Yani. Mereka berdatangan untuk melihat sang jabang bayi.



Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | JCpenney Printable Coupons